PALIKA - (detikcontrolnews.com) "Momentum Hari Jadi Kabupaten Rokan Hilir ke-27 terhitung (4 Oktober 1999 – 4 Oktober 2026) disorot, publik bertanya-tanya sejauh kondisi pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah pelosok pesisir pantai Panipahan, kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sampai saat ini masih minim pembangunan.
Tokoh pemuda Panipahan Wan Azuar saat diminta tangapan terkait infrastruktur di wiayahnya me gatakan, "pemerintah daerah saat ini sepertinya memperlebar jurang pemisah antara wilayah kecamatan pusat kota (Bagan Siapiapi) dengan kecantikan diujung pesisir palika.
"Kondisi seperti ini yang membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah runtuh, melahirkan sikap apatis, dan sengaja memperlebar jurang pemisah antara wilayah pusat kota (Bagan Siapiapi) dengan masyarakat diujung pelosok pesisir."
"Ketika masyarakat di pelosok diminta bersabar menghadapi jalan yang rusak, jembatan jerambah yang lapuk, serta krisis air bersih dengan dalih "anggaran daerah sedang kosong",
"alasan itu seketika kehilangan legitimasinya saat melihat fasilitas para pejabat justru terus diperbarui, sedangkan masyarakat bekerja memperbaiki jalan sendiri." ujarnya
Kami bertanya Uang APBD untuk siapa....?? kenapa sistem penganggaran yang disepakatan antara Eksekutif dan DPRD (Legislatif), porsi anggaran belanja modal untuk fasilitas pejabat lebih mudah disetujui daripada memperjuangkan anggaran fisik pelosok pesisir.
fasilitas pejabat lebih mudah disetujui daripada memperjuangkan anggaran fisik pelosok pesisir, di situlah terjadi krisis empati politik. Alasan "fiskal daerah sempit" akhirnya terkesan hanya menjadi dalih untuk menunda hak pembangunan masyarakat kecil. Tutupnya
Penulis : Satria Oyon


