ROHIL - (detikcontrolnews.com) "Progres awal pelaksanaan Program Strategis Nasional Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari pusat Kemendikdasmen RI, yang dilaksanakan dinas Pekerjaan umum dan Penataan ruang (PUPR) kabupaten rokan hilir (Rohil) ditemukan beberapa poin krusial menjadi sorotan awak media.
Tak heran, Proyek besar berskala nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, media massa lokal secara aktif mengawal jalannya proyek dari berbagai sudut pandang.
Pemerintah daerah ditargetkan merampungkan seluruh dokumen administrasi agar verifikasi akhir pusat berjalan mulus seperti, Sertifikasi Lahan 26 hektar di Kompleks Perkantoran Batu 6 Bebas Sengketa.
Kepala dinas PUPR Rohil Khairul Fahmi melalui Pelaksana Tugas Kepala Bidang Sumber Daya Air (Plt. Kabid SDA) Gotri Jayadi saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan pematangan lahan SNT:
"Saat ini kami sedang melakukan pemenuhan kriteria kesiapan secara teknis, pematangan fisik lahan alat berat Excavator sudah 20 bekerja bekerja. Ujar Gatri kamis (08/10/2026) diruang kerjanya.
Awak media menanyakan luas normalisasi dan Item pekerjaan apa saja yang akan dilaksanakan..
Jawabnya, "Luas lahan berkisar 2 sampai 3 kilometer, volume pastinya kita belum faham, kami berpedoman Titik Koordinat yang diberikan BPKAD Rohil."
"Item pekerjaan normalisasi dan pembersihan area (land clearing) menggunakan alat berat ekskavator, bahan bakar minyak (BBM) sudah kita siapkan 5000 Liter." kata kabid
Ditanyakan, anggaran sebesar Rp300 juta dihitung dari mana pak kabid, sedangkan luas lahan yang dilaksanakan belum tau pasti berapa.. ? Tanya awak media
Jawabnya, "anggaran Rp300 juta itu agak-agak saya bang, karna kemaren saya dipaksa menetapkan angka oleh wartawan, saya bilang aja Rp300 juta.
Apakah bidang TATA RUANG tidak ada menberikan keterangan sebelum pekerjaan dimulai..
Jawabnya, "ngak ada bang, hanya kordinat dari BPKAD pedoman kami" cetus gotri.
DPD Baladhika Karya Provinsi Riau Kasrul mananggapi yang disampaikan kepala bidang SDA melakukan pembersihan parit sekeliling lahan NST, namun belum memahami berapa luas area yang akan dilaksanakan. "BENAR-BENAR AGAK ANEH."
Kata kasrul, Pekerjaan normalisasi dan pembersihan aliran yang sudah ada (eksisting) sangat krusial dalam anggaran Rp300.000.000 yang disebabkan gatri kabid SDA.
Menurutnya, mengoptimalkan fungsi parit saluran yang sudah ada jauh lebih efektif dan hemat biaya dibanding membuat saluran baru dari nol. Ujar Kasrul yang dulunya seorang konsultan perencana.
Hanya pembersihan gulma dan vegetasi air, pengerukan sedimen lumpur, perbaikan dan pembentukan kembali penampang tanggul dan Pembersihan Sampah dan material penyumbat, nilai anggaran Rp300.000.000 secara swakelola alat berat milik PUPR tanpa disewa.
Menurutnya, Normalisasi aliran yang sudah ada idealnya dialokasikan sekitar 30% hingga 35% (berkisar Rp90.000.000 sampai Rp105.000.000). Tutup kasrul.
Penulis : Satria Oyon

