ROKANHILIR (Detik Control News.com) - Di Atas Meja Kemitraan ada jembatan yang terbentang di antara kita, antara ruang sidang penuh rencana dan ujung pena yang siap mencatat fakta.
Kita berjalan di jalur yang berbeda, namun menatap tanah air yang sama. Pemerintah merajut program dan kebijakan, Pers menyambung lidah, membawa keterbukaan.
Dalam kerja sama, kita bukan pelayan kata, melainkan mitra yang saling menjaga mata. satu tangan menyodorkan data dan berita publikasi, tangan lainnya memastikan kebenaran tak dimanipulasi.
Sebab kontrak kerja sama bukanlah belenggu nalar, melainkan komitmen agar arah bangsa tetap benar. kita bermitra untuk membangun negeri, menyampaikan kemajuan hingga ke pelosok sepi.
Pena masih digenggam, tinta belum mengering, namun meja kerja sama kini terasa asing.
Pemimpin baru telah duduk di kursi kuasa, membawa lembaran yang tak lagi bernyawa.
Kini kerja sama hanyalah sebatas kertas, ditandatangani, lalu disimpan di laci atas.
Tak ada lagi dialog di ruang terbuka, hanya formalitas penutup tanya.
"Pers hanyalah pers," bisik angin di selasar, kembali ke jalan sunyi, menjaga nalar yang gemetar.
Tanpa sandaran kuasa, tanpa karpet merah, berdiri di luar pagar, mencatat sejarah yang patah, kami rindu kadis kominfo yang lama, yang selalu tau Raut wajah dan mata kami.
Namun biarlah kertas itu tetap membisu, sebab marwah kuli tinta tak dibeli oleh waktu. Ketika kemitraan runtuh menjadi sekadar angka, Pers kembali pada khitahnya, menyuarakan suara warga.
By : Pimpinan Redaksi detikcontrolnews.com : Satria Oyon
