Riau - (detikcontrolnews.com) "Pernyataan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan untuk menghapus stigma Riau sebagai “penghasil asap” kembali menjadi sorotan.
Lebih setahun sejak program Green Policing digaungkan, kenyataan di lapangan justru menunjukkan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih belum terselesaikan.
Sejak awal menjabat sebagai Kapolda Riau, Herry Heryawan cukup gencar menyuarakan komitmennya untuk mengubah citra Riau yang selama ini identik dengan kabut asap akibat karhutla.
Pesan tersebut berulang kali disampaikan Herry dalam berbagai kesempatan, termasuk ketika mengkampanyekan program Green Policing di sejumlah kampus maupun saat menyampaikan pidato di hadapan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Dalam salah satu kesempatan pada Senin, 7 Juli 2025 lalu, Herry bahkan secara terbuka mengakui dirinya sempat memiliki pandangan negatif terhadap Riau sebelum datang dan bertugas di provinsi tersebut.
“Sebelum saya datang ke sini, saya mohon maaf, saya memiliki stigma yang negatif, terutama melihat Riau sebagai salah satu provinsi penghasil asap,” ujar Herry saat itu.
Namun, menurut Herry, stigma tersebut tidak boleh dibiarkan terus melekat pada Riau. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun kesadaran lingkungan sehingga persoalan karhutla dapat dicegah.
“Saya mengajak kita semua untuk bisa membuat komitmen bersama agar kita bisa mengubah stigma itu. Caranya adalah dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan baik, menjadikannya satu habitat dan karakter yang baik,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun moral dan kecintaan terhadap lingkungan.
“Kita harus terus menumbuhkan moral dan cinta lingkungan, salah satunya melalui gerakan penanaman pohon dan mencegah pembakaran lahan,” tegas Herry.
Redaksi
