Rohil. (detikcontrolnews.com) "Issu atau suara miring terkait Bupati Rokan Hilir sebagai Kepala Daerah terkadang memiliki komitmen rendah menetap atau berada di wilayah yang di pimpinya.
Informasinya Bupati Rokan Hilir H.Bistaman jarang di tempat atau malah sering di rumah pribadi atau di luar kota.
Entah terkait dinas keluar kota atau lain sebagainya,hal ini menjadu pertanyaan besar bahkan kritik masyarakat yang nota bonenya warga masyarakatnya sendiri.
Sorotan tajam dari masyarakat terkait Fasilitas Negara seperti rumah dinas yang di tempati atau di kenal masyarakat sebagai Mess Pemda.
Dimata ditempati oleh Kepala Daerah nota bineny dibiayai serta dirawat dengan menggunakan APBD Kabupaten Rokan Hilir
Uang rakyat (APBD). fasilitas yang telah di lengkap berbagai fasilitas pendukung namun jarang ditempati.
Terkesan seakan-akan hanya untuk pertemuan dan acara penting saja
Lalu publik menilai hal itu sebagai pemborosan anggaran negara.
Tokoh masyarakat Bagansiapiapi Awaluddin atau yang kerap di sapa Awal Kalang merasa heran dengan kondisi ini .
Karena menurutnya kepemimpinan Kepala Daerah atau Bupati Kabupaten Rokan Hilir jarang di kediamanya di Mess Pemda tersebut tepatnya di pusat Kota Bagansiapiapi.
"Mess itu fasilitasnya lengkap, tapi terlihat begitu saja kecuali ada acara atau saat Bupati di tempat, " Ujar Awal saat ngopi bareng awak media di warung Kopi Mangga
"Heran aku samo bupati kinin ko, jarang ku lihat ada dibagansiapiapi, apa tidak betah tinggal di Mess yang sudah disiapkan, sangat jauh beda dengan bupati terdahulu, " Ucapnya dengan menyebut beberapa nama Bupati Rohil di masanya.
" Setiap acara besar, dan program infrastruktur di buat disalah satu Kecamatan yang dekat dengan rumah pribadinya atau ke Kecamatan yang berbatas dengan Sumut." Ujar awal
" Ini tak bisa dibiarkan, Pelayanan Publik menjadi menunggu kalau Bupati jarang di tempat, koordinasi langsung, pengambilan keputusan strategis yang butuh disposisi cepat bisa terhambat,lalu Hubungan komunikasi masyarakat dan pemimpinnya,bisa terputus, " Sebut tokoh yang diaminkan warga lainya.
Editor : Satria Oyon
